<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Petualangan Spiritual bersama Sang Kelana</title>
	<atom:link href="http://sangkelana.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sangkelana.wordpress.com</link>
	<description>The Spiritual Journey with "SangKelana"</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Feb 2008 13:11:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Poligami &#8211; bersama Sang Kelana oleh iful3d</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2006/12/13/aa-poligami/#comment-12</link>
		<dc:creator>iful3d</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 13:11:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2006/12/13/aa-poligami/#comment-12</guid>
		<description>Komentar dari pria (yg bangga beristri satu):

Masih adakah cinta yg tulus bila sdh men&#039;dua&#039;kan cinta? Dari hati nurani saya, poligami hanya lah untuk memenuhi nafsu yg diusahakan untuk dilegalkan berdasarkan catatan sejarah agama.
Ujung-ujungnya untuk mempertahankan status quo dominasi pria thd wanita.

Saya tidak setuju poligami, tapi tdk menentang para pria yg memilih hidup berpoligami, soalnya itu sdh pilihan hidup pria yg setuju poligami, jadi itu adalah hak hidup mereka. 

BTW: dari contoh-contoh poligami di media  massa, rasaya tidak ada wanita yg cerdas, berwawasan (catatan: pendidikan S1 tak menjamin orang lebih berwawasan)dan berilmupengetahuan yg luas serta mandiri secara finansial, dpt dng gampang saja dipoligami.

Jadi pesan saya pada para gadis-gadis, perluaskan wawasan dan pengetahuaan anda, eksplorasi setinggi mungkin ilmu yg sebisa anda raih. Manfaatkan ilmu anda untuk mandiri..
..
..
yg akhirnya, anda akan mendapatkan pria dng cinta yg tulus nan sejati, berbagi rasa, cinta dan ilmu untuk membahas &amp; menikmati ciptaan dari kebesaran Allah SWT yg tidak pernah habis-habisnya dibahas hingga akhir hayat kalian berdua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komentar dari pria (yg bangga beristri satu):</p>
<p>Masih adakah cinta yg tulus bila sdh men&#8217;dua&#8217;kan cinta? Dari hati nurani saya, poligami hanya lah untuk memenuhi nafsu yg diusahakan untuk dilegalkan berdasarkan catatan sejarah agama.<br />
Ujung-ujungnya untuk mempertahankan status quo dominasi pria thd wanita.</p>
<p>Saya tidak setuju poligami, tapi tdk menentang para pria yg memilih hidup berpoligami, soalnya itu sdh pilihan hidup pria yg setuju poligami, jadi itu adalah hak hidup mereka. </p>
<p>BTW: dari contoh-contoh poligami di media  massa, rasaya tidak ada wanita yg cerdas, berwawasan (catatan: pendidikan S1 tak menjamin orang lebih berwawasan)dan berilmupengetahuan yg luas serta mandiri secara finansial, dpt dng gampang saja dipoligami.</p>
<p>Jadi pesan saya pada para gadis-gadis, perluaskan wawasan dan pengetahuaan anda, eksplorasi setinggi mungkin ilmu yg sebisa anda raih. Manfaatkan ilmu anda untuk mandiri..<br />
..<br />
..<br />
yg akhirnya, anda akan mendapatkan pria dng cinta yg tulus nan sejati, berbagi rasa, cinta dan ilmu untuk membahas &amp; menikmati ciptaan dari kebesaran Allah SWT yg tidak pernah habis-habisnya dibahas hingga akhir hayat kalian berdua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JILBAB oleh iful3d</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-11</link>
		<dc:creator>iful3d</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 11:21:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-11</guid>
		<description>Mas Kelana,

Isu ini memang tidak pernah habis dibahas ..selalu seru =D.  Dan saya sepedapat dng argumen anda, tentang istilah jilbab, tujuan dan sejarahnya.

Namun, kadang-kadang argumen tsb tidak (akan) diterima di benak saudara kita semuslim yg telah mensakralkan secara harfiah tulisan dlm Al-Qur&#039;an tanpa melihat konteks dan latar belakang turunnya ayat tsb. Dan ini juga telah menjadi keyakinan  saudara2 kita.

Bila sdh menjadi keyakinan yg mendalam baik yg pro maupun yg kontra, maka dan keadaan spt ini tidak akan mudah mencapai titik temu untuk saling pengertian dan saling terbuka atas sudut padang dan keyakinan yg berbeda...walaupun masih sama-sama muslim. 

Yg mungkin kita lakukan sekarang adalah menghindari friksi di masyarakat, baik friksi fisik maupun mental (dng saling men&#039;judge) dan memaklumi perbedaan pemahaman thd Al-Qur&#039;an.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kelana,</p>
<p>Isu ini memang tidak pernah habis dibahas ..selalu seru =D.  Dan saya sepedapat dng argumen anda, tentang istilah jilbab, tujuan dan sejarahnya.</p>
<p>Namun, kadang-kadang argumen tsb tidak (akan) diterima di benak saudara kita semuslim yg telah mensakralkan secara harfiah tulisan dlm Al-Qur&#8217;an tanpa melihat konteks dan latar belakang turunnya ayat tsb. Dan ini juga telah menjadi keyakinan  saudara2 kita.</p>
<p>Bila sdh menjadi keyakinan yg mendalam baik yg pro maupun yg kontra, maka dan keadaan spt ini tidak akan mudah mencapai titik temu untuk saling pengertian dan saling terbuka atas sudut padang dan keyakinan yg berbeda&#8230;walaupun masih sama-sama muslim. </p>
<p>Yg mungkin kita lakukan sekarang adalah menghindari friksi di masyarakat, baik friksi fisik maupun mental (dng saling men&#8217;judge) dan memaklumi perbedaan pemahaman thd Al-Qur&#8217;an.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Poligami &#8211; bersama Sang Kelana oleh taufiq</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2006/12/13/aa-poligami/#comment-10</link>
		<dc:creator>taufiq</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 23:01:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2006/12/13/aa-poligami/#comment-10</guid>
		<description>kalau mau bicara dengan islam harus argumentatif jangan asal bicara ini dan itu tanpa rujukan yang mendasar apalagi sampai seenaknya mengatakan bahwa poligami salah dan dosa...ilmu didapat dari mana itu coba??maaf nih kalau agak kasar cuman kalau nulis lihat2.wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau mau bicara dengan islam harus argumentatif jangan asal bicara ini dan itu tanpa rujukan yang mendasar apalagi sampai seenaknya mengatakan bahwa poligami salah dan dosa&#8230;ilmu didapat dari mana itu coba??maaf nih kalau agak kasar cuman kalau nulis lihat2.wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JILBAB oleh yuni</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-9</link>
		<dc:creator>yuni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 00:55:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-9</guid>
		<description>saya hanya bisa mengucapkan astaghfirullah!!!!!maaf sebelumnya,tapi apakah anda tidak takut melawan sabda Rasullah yg mengungkapkan bahwa pd intinya wanita yg memamerkan tubuhnya tidak akn mencium bau surga apalgi masuk kedalamnya......masalah cut nyak dien dan teman-teman saya rasa Allah Maha Mengetahui...dan bukankah Allah mengetahui apa-apa yg tidak kita ketahui......semuanya kembali pada niat kita masing-masing...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya hanya bisa mengucapkan astaghfirullah!!!!!maaf sebelumnya,tapi apakah anda tidak takut melawan sabda Rasullah yg mengungkapkan bahwa pd intinya wanita yg memamerkan tubuhnya tidak akn mencium bau surga apalgi masuk kedalamnya&#8230;&#8230;masalah cut nyak dien dan teman-teman saya rasa Allah Maha Mengetahui&#8230;dan bukankah Allah mengetahui apa-apa yg tidak kita ketahui&#8230;&#8230;semuanya kembali pada niat kita masing-masing&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JILBAB oleh Dewi</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-8</link>
		<dc:creator>Dewi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 05:00:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-8</guid>
		<description>Jilbab unutk muslimah wajib, karne ridho tuhan akan datang bila kita turut melaksanakan perintah-Nya. Boleh sih modifikasi2 segala tapi aturan tidak booleh dilanggar dan kewajiban muslim untuk saling mengingatkan cara berbusana adalah wajib. Dan biasanya orang2 yang berbusana muslimah jarang tuh yang saling menyakiti atau beranggapan remeh ma orang yang tidak pake jilbab, tapi mungkin cara pemahaman agama yang tidak sama aja yang membikin orang tidak merasa BT kwardat ma orang Jilbarer. Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jilbab unutk muslimah wajib, karne ridho tuhan akan datang bila kita turut melaksanakan perintah-Nya. Boleh sih modifikasi2 segala tapi aturan tidak booleh dilanggar dan kewajiban muslim untuk saling mengingatkan cara berbusana adalah wajib. Dan biasanya orang2 yang berbusana muslimah jarang tuh yang saling menyakiti atau beranggapan remeh ma orang yang tidak pake jilbab, tapi mungkin cara pemahaman agama yang tidak sama aja yang membikin orang tidak merasa BT kwardat ma orang Jilbarer. Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JILBAB oleh Thiti</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-7</link>
		<dc:creator>Thiti</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 09:22:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-7</guid>
		<description>Mas Kelana, 

Saya terusik juga nih baca nya. Saya lihat justru dr tulisan mas itu, malah kok kesannya malah &quot;memojokan&quot; wanita berjilbab yah, dg memakai sudut pandang mereka dg sudut pandang mas sebenarnya. 
Dan intinya sih, jilbab atau tidak jilbab bukan masalah budaya atau tidak, soleh atau kurang islam, masuk neraka ataw tidak masuk neraka...itu masalah proses dan hidayah. Itu urusan Allah. Kesannya sih mas &quot;bersikap netral&quot;, tapi malah mas jadi tidak objektif lagi krn timpang tuh opininya ^-^. waallahu alam bishawab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Kelana, </p>
<p>Saya terusik juga nih baca nya. Saya lihat justru dr tulisan mas itu, malah kok kesannya malah &#8220;memojokan&#8221; wanita berjilbab yah, dg memakai sudut pandang mereka dg sudut pandang mas sebenarnya.<br />
Dan intinya sih, jilbab atau tidak jilbab bukan masalah budaya atau tidak, soleh atau kurang islam, masuk neraka ataw tidak masuk neraka&#8230;itu masalah proses dan hidayah. Itu urusan Allah. Kesannya sih mas &#8220;bersikap netral&#8221;, tapi malah mas jadi tidak objektif lagi krn timpang tuh opininya ^-^. waallahu alam bishawab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JILBAB oleh rie</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-6</link>
		<dc:creator>rie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 07:25:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-6</guid>
		<description>yayayya....
kalo boleh dibilang saya stuju sama pernyataan mas kelana...zaman sekarang banyak yang &quot;nge-judge lewat cover&quot;
yang pake jilbab serba longgar pasti muslim, padahal kalo dipikir2 bahkan dikhawatirkan...jangan2 jilbab cuma produk budaya?
rasanya saya agak bingung juga soalnya banyak banget diskriminasi2 yang secara nggak sengaja terjadi hanya gara2 judge lewat cover tersebut
temen2 saya yang baru pake jilbab jadi kehilangan jati diri, bahkan kronisnya kehilangan pekerjaan(karena di tempat pekerjaannya yang mayoritas non-muslim dan selalu dituntut untuk selalu bertemu dengan klien2 yang mayoritas non-muslim sehingga atasannya memberi pilihan untuk melepas jilbab)
Kata yang saya dengar,wanita jilbab itu pasti muslim fanatik yang katanya tidak memiliki daya jual, daya bergaining, yang katanya wanita jilbab dan muslim itu kental dengan ideologi patriarki yang tidak pantas berada di ranah publik...
maaf ngomongnya nge-lantur
soalnya saya baru belajar mengomentari</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yayayya&#8230;.<br />
kalo boleh dibilang saya stuju sama pernyataan mas kelana&#8230;zaman sekarang banyak yang &#8220;nge-judge lewat cover&#8221;<br />
yang pake jilbab serba longgar pasti muslim, padahal kalo dipikir2 bahkan dikhawatirkan&#8230;jangan2 jilbab cuma produk budaya?<br />
rasanya saya agak bingung juga soalnya banyak banget diskriminasi2 yang secara nggak sengaja terjadi hanya gara2 judge lewat cover tersebut<br />
temen2 saya yang baru pake jilbab jadi kehilangan jati diri, bahkan kronisnya kehilangan pekerjaan(karena di tempat pekerjaannya yang mayoritas non-muslim dan selalu dituntut untuk selalu bertemu dengan klien2 yang mayoritas non-muslim sehingga atasannya memberi pilihan untuk melepas jilbab)<br />
Kata yang saya dengar,wanita jilbab itu pasti muslim fanatik yang katanya tidak memiliki daya jual, daya bergaining, yang katanya wanita jilbab dan muslim itu kental dengan ideologi patriarki yang tidak pantas berada di ranah publik&#8230;<br />
maaf ngomongnya nge-lantur<br />
soalnya saya baru belajar mengomentari</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JILBAB oleh Fadly</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-5</link>
		<dc:creator>Fadly</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 14:00:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2007/04/07/jilbab/#comment-5</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr wb

Iye, bingung juga liat orang2 .. duh pusing deh mau komentar..

Saya pernah juga singgah ke Pakistan untuk urusan kerja, India, Singapore, Thailand, Malaysia, ntar tahun depan rencananya mau ke Jepang.

Em, mas Kelana, plis deh jangan beri opsi ke orang untuk nggak pake jilbab. Kalo beri opsi begitu .. hiii tatut deh, ntar kecipratan dosa orang yang sudah mau &amp; pengen pake jilbab eh tau2 ada tulisan, &quot;silahkan memilih&quot; .. ntar malah nggak berani pake lantaran &#039;ntar ditembak orang2 fanatik&#039;

Temen gue tuh ada yang bisa liat jin, trus dia cerita, kalo elu2 .. cewek2 yang gak pake jilbab tuh keluar rumah .. jin2 tuh pada deketin tuk (maaf) &#039;belai&#039; rambutnya, trus ... ya gitu deh (gak usah dilanjutin, serem pokoknya) ..

Kalo saya mah mendo&#039;akan aja, biar yang belom pake segra pake, tus yang suah pake plis deh bertahan. Nih untuk akherat kita sama-sama, membangunnya kan di dunia ini.

Saya memang ahli dunia, architect, urusannya mah dengen laptop melulu, klien, paparan, tender, dll.
Tapi paling enggak, yang wajib2 gue usaha banget deh biar nggak ilang, dunia kan sementara aja, kehidupan akherat selamanya.

Mosok seh, gara2 omongan orang tentang jilbab dll, eh jadinya buat dosa trus korbankan akherat dengan syurga yang telah dijanjikan olehNya

Jadi, selamet berjuang deh ...

Wassalam wr wb
Fadly</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb</p>
<p>Iye, bingung juga liat orang2 .. duh pusing deh mau komentar..</p>
<p>Saya pernah juga singgah ke Pakistan untuk urusan kerja, India, Singapore, Thailand, Malaysia, ntar tahun depan rencananya mau ke Jepang.</p>
<p>Em, mas Kelana, plis deh jangan beri opsi ke orang untuk nggak pake jilbab. Kalo beri opsi begitu .. hiii tatut deh, ntar kecipratan dosa orang yang sudah mau &amp; pengen pake jilbab eh tau2 ada tulisan, &#8220;silahkan memilih&#8221; .. ntar malah nggak berani pake lantaran &#8216;ntar ditembak orang2 fanatik&#8217;</p>
<p>Temen gue tuh ada yang bisa liat jin, trus dia cerita, kalo elu2 .. cewek2 yang gak pake jilbab tuh keluar rumah .. jin2 tuh pada deketin tuk (maaf) &#8216;belai&#8217; rambutnya, trus &#8230; ya gitu deh (gak usah dilanjutin, serem pokoknya) ..</p>
<p>Kalo saya mah mendo&#8217;akan aja, biar yang belom pake segra pake, tus yang suah pake plis deh bertahan. Nih untuk akherat kita sama-sama, membangunnya kan di dunia ini.</p>
<p>Saya memang ahli dunia, architect, urusannya mah dengen laptop melulu, klien, paparan, tender, dll.<br />
Tapi paling enggak, yang wajib2 gue usaha banget deh biar nggak ilang, dunia kan sementara aja, kehidupan akherat selamanya.</p>
<p>Mosok seh, gara2 omongan orang tentang jilbab dll, eh jadinya buat dosa trus korbankan akherat dengan syurga yang telah dijanjikan olehNya</p>
<p>Jadi, selamet berjuang deh &#8230;</p>
<p>Wassalam wr wb<br />
Fadly</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Poligami &#8211; bersama Sang Kelana oleh Fadly</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2006/12/13/aa-poligami/#comment-4</link>
		<dc:creator>Fadly</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 13:43:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2006/12/13/aa-poligami/#comment-4</guid>
		<description>Em, Assalamu&#039;alaikum wr wb dulu deh.
Aneh deh, saya itu bingung ada orang yang ngakunya paham banget sama agama, eh tiba2 ngobrolnya nentang agama juga.

Saya memang orang awam, tapi saya seorang planner. Gile bener, semua kota, desa dan wilayah yang saya survey tuh selalu nunjukin kalo jumlah cewek jauh lebih banyak (gak jauh2 amat sih) dengen jumlah cowok.

Misal perbandingan 1:2 aja, kalo dikali besarnya jumlah penduduk kota, jadinya kan waaaw.

Ok, kawasan kecil aja deh, 1:2 untuk 300 penduduk, jadi 100 cowok &amp; 200 cewek.
Jika tetap berpanutan dengen 1:1 dalam konteks &#039;setia&#039; nya elo ... berarti akan ada 100 orang cewek yang jadi &#039;pengangguran&#039; dan gak ada yang ngelindungi tuh cewek2.

Pasti pada jual mahal biar bisa &#039;laku&#039;, jadinya pasti jual murah, pakean seksi, wong namanya marketing biar cepet laku, begimana nggak begitu.

Tapi banyak lho cewek yang dengen sangat terpaka harus nggak laku2 sampe umur kepala 4. Kalo sudah sepuh begitu, em .. saya nggak menghujat ato nyalahin pendapat elo2 pade, tapi realistis dong.

Menurut saya nih, kalo sudah wahyu dari langit, nggak bakal salah deh, pasti 100% sempurna, eh herannya org2 yang ngakunya &#039;paham agama&#039; lebih percaya omongan einstein sikepala jabrik dari pada omongannya Nabi saw, bahkan ALLAH SWT tuhannya sekalipun.

Gile bener, lo paha, banget sama agama yah...! kalo aku sih emang orang awam, lulusan teknik, jadi mengenai urusan agama, sekalipun cara wudhu .. terpaksa tanya Ustadz atau Pak Kyai .. wong aku nggak ngerti sama sekali, sudah terlanjur jadi tukang insinyur mau begimana lagi.

OK deh, usulan gue, lo insyaf deh istighfar sebelum umur abis, eh belum sempat tobat lantaran 1 ayat qur&#039;an yang elo ingkari. Usulan aja lho, boleh kan .. anak kuliahan juga kan, pasti pernah organisasi, jadi nerima dong kalo ada usulan ..

OK coy, kalo ada salah, maaf banget .. nmanya juga saling mengingatkan .. jadi thaks juga dengen tulisanmu, keren koq, tapi coba hati2 kalo nulis ...

Wassalam wr wb
Fadly</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Em, Assalamu&#8217;alaikum wr wb dulu deh.<br />
Aneh deh, saya itu bingung ada orang yang ngakunya paham banget sama agama, eh tiba2 ngobrolnya nentang agama juga.</p>
<p>Saya memang orang awam, tapi saya seorang planner. Gile bener, semua kota, desa dan wilayah yang saya survey tuh selalu nunjukin kalo jumlah cewek jauh lebih banyak (gak jauh2 amat sih) dengen jumlah cowok.</p>
<p>Misal perbandingan 1:2 aja, kalo dikali besarnya jumlah penduduk kota, jadinya kan waaaw.</p>
<p>Ok, kawasan kecil aja deh, 1:2 untuk 300 penduduk, jadi 100 cowok &amp; 200 cewek.<br />
Jika tetap berpanutan dengen 1:1 dalam konteks &#8217;setia&#8217; nya elo &#8230; berarti akan ada 100 orang cewek yang jadi &#8216;pengangguran&#8217; dan gak ada yang ngelindungi tuh cewek2.</p>
<p>Pasti pada jual mahal biar bisa &#8216;laku&#8217;, jadinya pasti jual murah, pakean seksi, wong namanya marketing biar cepet laku, begimana nggak begitu.</p>
<p>Tapi banyak lho cewek yang dengen sangat terpaka harus nggak laku2 sampe umur kepala 4. Kalo sudah sepuh begitu, em .. saya nggak menghujat ato nyalahin pendapat elo2 pade, tapi realistis dong.</p>
<p>Menurut saya nih, kalo sudah wahyu dari langit, nggak bakal salah deh, pasti 100% sempurna, eh herannya org2 yang ngakunya &#8216;paham agama&#8217; lebih percaya omongan einstein sikepala jabrik dari pada omongannya Nabi saw, bahkan ALLAH SWT tuhannya sekalipun.</p>
<p>Gile bener, lo paha, banget sama agama yah&#8230;! kalo aku sih emang orang awam, lulusan teknik, jadi mengenai urusan agama, sekalipun cara wudhu .. terpaksa tanya Ustadz atau Pak Kyai .. wong aku nggak ngerti sama sekali, sudah terlanjur jadi tukang insinyur mau begimana lagi.</p>
<p>OK deh, usulan gue, lo insyaf deh istighfar sebelum umur abis, eh belum sempat tobat lantaran 1 ayat qur&#8217;an yang elo ingkari. Usulan aja lho, boleh kan .. anak kuliahan juga kan, pasti pernah organisasi, jadi nerima dong kalo ada usulan ..</p>
<p>OK coy, kalo ada salah, maaf banget .. nmanya juga saling mengingatkan .. jadi thaks juga dengen tulisanmu, keren koq, tapi coba hati2 kalo nulis &#8230;</p>
<p>Wassalam wr wb<br />
Fadly</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Poligami &#8211; bersama Sang Kelana oleh jackey</title>
		<link>http://sangkelana.wordpress.com/2006/12/13/aa-poligami/#comment-3</link>
		<dc:creator>jackey</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2006 23:25:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangkelana.wordpress.com/2006/12/13/aa-poligami/#comment-3</guid>
		<description>ane setuju 98% (meski ane pria)..
2% gak setuju saat ente bilang:
&quot;Tidak paham sepenuhnya ajaran Islam, khususnya tentang hak-hak seorang istri&quot;
nurut ane, ciri no 2 udah sangat OK kok..

(Subhanalloh..
mudah2an kita semua dilindungi Alloh dari segala kesalahan)

Meski ente udah memulainya dng &#039;pada umumnya&#039;, sekali lagi..nurut ane...&quot;tidak paham ajaran Islam&quot; sebaiknya ngga dicantumin.

Sangat riskan mengomentari hal yang di&#039;halal&#039;kan Alloh, dng &quot;tidak paham ajaran Islam&quot;.

Lagian ente &quot;belum&quot; nyantumin dalil &quot;harus ikhlas&quot; lho..:-)
Yang ada baru &quot;harus adil&quot;

Anyway, lepas dari 2% tadi..(sounds lebih ke emotional jadinya..)
ane setuju

cheers</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ane setuju 98% (meski ane pria)..<br />
2% gak setuju saat ente bilang:<br />
&#8220;Tidak paham sepenuhnya ajaran Islam, khususnya tentang hak-hak seorang istri&#8221;<br />
nurut ane, ciri no 2 udah sangat OK kok..</p>
<p>(Subhanalloh..<br />
mudah2an kita semua dilindungi Alloh dari segala kesalahan)</p>
<p>Meski ente udah memulainya dng &#8216;pada umumnya&#8217;, sekali lagi..nurut ane&#8230;&#8221;tidak paham ajaran Islam&#8221; sebaiknya ngga dicantumin.</p>
<p>Sangat riskan mengomentari hal yang di&#8217;halal&#8217;kan Alloh, dng &#8220;tidak paham ajaran Islam&#8221;.</p>
<p>Lagian ente &#8220;belum&#8221; nyantumin dalil &#8220;harus ikhlas&#8221; lho..:-)<br />
Yang ada baru &#8220;harus adil&#8221;</p>
<p>Anyway, lepas dari 2% tadi..(sounds lebih ke emotional jadinya..)<br />
ane setuju</p>
<p>cheers</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
